Jumat, 20 Januari 2012

JEMBATAN


Hari masih pagi
Dan aku tiba di gapura di tepi jurang
Menemui seseorang di ujung jembatan

Jembatanmu telah lapuk
Atau aku yang terlambat untuk menitinya?

Kulewati meter demi meter
Hampir terjatuh dan aku betahan
Hampir terpuruk dan terpuruk kembali
Dan, aku benar-benar jatuh

Aku mencoba meniti kembali
Titian demi titian lapukmu
Aku mencoba menggapai satu demi satu

Setengah hari mencoba
Dan masih belum sampai

Jembatan lapukmu disapa angin yang hendak menyebrang
Mengalun-alun
Membenturkan aku ke sisi jembatan lapukmu

Kapankah aku sampai ke seberang?

Aku terus meniti dan meniti
Tak jauh lagi. Aku hampir sampai.
Masih kudapati dan kucoba tuk lalui
Kayu-kayu yang letih menahan bebanku
Aku masih mencoba melalui sisi-sisi kosong

Hanya tinggal beberapa jengkal lagi
Dan sudah tak kutemui
Kayu lapuk, angin,
Dan aku tak perlu lagi melompati kayu-kayu kosong

Saat aku sampai disana
senja sudah berlalu

sekarang aku harus pergi
dengan seseorang diujung jembatan
dengan seseorang yang wajahnya tertutup kain hitam
dengan seseorang yang mengantarkanku ke dunia lain

18 des 2011
dibawah redup cahaya neon

Minggu, 06 November 2011

Manusia

Manusia tetaplah manusia. takkan pernah menjadi Tuhan yang Maha Sempurna. sebaik apapun dirinya, masih ada orang lain yang lebih baik darinya. bahkan jika ia dinobatkan sebagai orang terbaik di dunia, masih ada Tuhan Yang Maha Baik darinya.